2.2.a.10.2. Jurnal Refleksi - Minggu 13 Modul 2.2 Pembelajaran Sosial dan Emosional 

Alhamdulillah… Saya bersyukur kepada Allah yang telah memberikan kesehatan kepada saya untuk terus bisa belajar dan menggali ilmu dalam pendidikan pelatihan guru penggerak angkatan 3. 

Terima kasih kepada Fasilitator saya Ibu Rosmala Dewi, S.Pd yang tak henti-hentinya terus mengingatkan, mengarahkan dan memotivasi kami, untuk terus bersemangat, menginspirasi dan bergerak serta menggerakkan demi maju dan berubahnya ekosistem pendidikan Indonesia. 

Pada Jurnal mingguan ke 13 saya akan menggunakan Model 5 Connection, Challenge, Concept. Change 

Connection

Salah satu peran guru penggerak adalah menciptakan suasana weel being ekosistem pendidikan di sekolah. Itu artinya seorang guru di tuntut untuk bisa menciptakan rasa aman, nyaman, sehat dan bahagia bagi murid.

Materi sosial emosional sangat relevan untuk dipelajari seorang guru. Keterampilan emosi wajib di kuasai terutama mengelola kelas saat PBM berlangsung. Disamping itu, ketika berhadapan dengan rekan sejawat, wali murid, dan juga berhadapan dengan anak didik. Karena guru merupakan bagian dari masyarakat sosial di lembaga sekolah, yang terdiri dari warga sekolah yang bermacam macam karakter. Ada kepala sekolah, rekan guru, wali murid, anak didik dan juga masyarakat sekitar sekolah. Mulai dari kesadaran diri sendiri, sampai keterampilan sosial. Keterampilan ini juga sebagai modal utama untuk ditransfer kepada anak didik. Guru juga berkewajiban untuk memberikan keterampilan Sosial Emosional kepada mereka, yang dapat di integrasikan dengan kegiatan belajar.

Challenge

Tantangan bagi saya adalah pada awalnya saya kurang paham mengenai modul ini karena banyak istilahnya yang di gunakan tapi setelah memasuki kegiatan elaborasi konsep saya mulai mengerti di tambah lagi banyaknya  pengalaman dan masukan dari teman teman CGP lain yang dapat dijadikan inspirasi bagi saya untuk dikembangkan di sekolah.  Dengan tambahan pengetahuan dari CGP ini saya mendapatkan ilmu dan teknik baru dalam memberikan pembelajaran soaial emosional. Teknik teknik ini dapat saya praktekkan secara rutin, terintegrasi dengan pembelajaran dan budaya positif.

Concept

Pembelajaran sosial emosional ini juga perlu diberikan kepada peserta didik agar mereka mampu mengatasi permasalahan sosial emosi yang dialaminya serta mampu mencari solusinya.

Salah satu strategi yang bisa diberikan kepada peserta didik terkait pembelajaran sosial emosional adalah dengan menggunakan tehnik mind fullness (berkesadaran penuh). Tehnik ini sangat bermanfaat karena bisa membantu para peserta didik untuk terhindar dari rasa stress.

Mind fullnes ini memiliki 5 kompetensi yaitu

1. Kesadaran sosial emosional

2. Kesadaran diri (kemampuan Empati

3. Pengelolaan diri (pengelolan diri dan fokus)

4. Kemampuan berinteraksi (Resiliensi)

5. Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.

Salah satu tehnik berkesadaran penuh yang bisa diterapkan pada peserta didik yaitu tehnik STOP,

STOP/berhenti sejenak untuk mengelola pengendalian diri (self awerenes)

TAKE A DEPP BREATH (tarik napas dalam)

OBSERVASI/mengamati apa saja yang terjadi pada tubuh, pikiran dan perasaan

PROSESS/lanjutan

Change

Setelah mengikuti CGP dan mempelajari modul 2.2 saya sadar bahwa betapa pentingnya keterampilan sosial emosional ini bagi guru, bagi anak didik dan bagi semua orang yang hidup berdampingan dalam masyarakat. Saya akan menerapkan pembelajaran keterampilan sosial emosional ini di pembelajaran kelas, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini