PEMASARAN BUKU
Pertemuan :10
Tema : Pemasaran Buku
NaraSumber : Agus Subardana
Tak terasa pelatihan menulis resume sudah memasuki pertemuan 10. Materi kali ini tentang pemasaran buku bersama narasumber Bapak Agus Subardana, S.E,M.M. Beliau adalah seorang direktur marketing penerbit mayor Andi Yogjakarta atau PT Andi offset.
Lalu apa penerbit Andi ? Perusahaan penerbitan dalam skala besar. Mereka mempunyai manajemen yang profesional baik dari segi SDM maupun segi permodalan.
Malam ini Bapak Agus Subardana akan berbagi pengalaman kepada para peserta pelatihan menulis tentang seputar pemasaran buku dengan ditemani moderator handal Ibu Aam Nursanah. Merupakan kesempatan besar mendapatkan pencerahan dari seorang yang sudah sangat profesinal dalam bidang pemasaran buku serta menambah wawasan dan pengetahuan bagaimana proses pemasaran buku berjalan terutama bagi penulis pemula seperti saya.
Testemoni awal beliau menjelaskan bahwa buku adalah salah satu sarana untuk mendapatkan pengetahuan dan berbagai informasi dalam proses pembelajaran. Bahkan sejak anak berusia dini buku telah diperkenalkan dan diajarkan untuk membaca beragam macam terbitan buku.
Ada pepatah "kuasai dunia dengan membaca". Dalam satuan kurikulum pembelajaran pemerintah mendorong kegiatan literasi sebagai wujud dan tindakan nyata dalam membangun budaya membaca sejak dini guna mempersiapkan generasi muda yang cerdas dengan minat baca yang tinggi khususnya anak usia sekolah. Dukungan pemerintah terhadap budaya membaca dan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan buku, tentu saja menciptakan peluang usaha bagi pengusaha yang bergerak di bidang penerbitan buku.
Bagi pengusaha penerbitan, memasarkan buku adalah merupakan income utama bagi mereka. Menjadi tolak ukur maju mundurnya suatu penerbitan tergantung dari keberhasilan pemasaran buku yang mereka lakukan.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan suatu pemasaran buku baik langsung maupun tidak langsung seperti penerbit, distributor, toko buku, peminat buku termasuk penulis buku itu sendiri.
Keberhasilan dalam proses pemasaran buku tentu saja membawa keuntungan bagi perusahaan dan penulis itu sendiri. Semakin buku laris terjual maka akan semakin banyak keuntungan yang di peroleh. Pada saat yang bersamaan penulis juga memperoleh keuntungan royalti sebesar 10 % dari hasil penjualan buku sesuai dengan perjanjian yang telah di sepakati bersama. Sebaliknya jika hasil penjualan buku menurun maka hasil keuntungan royalti yang di terima penulis juga berkurang.
Menarik untuk di bahas bagaimana trik jitu mempertahankan pemasaran buku disaat pandemi sekarang ini?
Sebagai seorang direktur marketing yang sudah 17 tahun bergelut di bidang penerbitan pasti sudah banyak hal yang dilakukan agar pemasaran tetap berjalan maksimal meskipun sarana dan prasarana di sektor Industri penbukuan mengalami penurunan drastis di masa pandemic bahkan tidak sedikit penerbit yang harus gulung tikar akibat tidak mampu bertahan.Berikut tampilan slide yang ditunjukkan penerbit Andi terhadap pemesanan buku di tanah air.
Penjualan buku disaat pandemi mengalami pasang surut yang signifikan. Data menunjukkan bahwa pada bulan Januari s. d Juni 2021 omset penjualan buku terus mengalami penurunan.
Lalu bagaimana strategi mengatasi penjualan yang semakin hari semakin berjalan ditempat?
Sebagai penerbit mayor tentu saja harus berpikir keras dan inovatif mencegah permintaan pasar yang sudah lesu.
Sejak pandemi covid -19 menghantam negeri tercinta hubungan interaksi sosial mulai renggang. Transformasi digital mulai menguasai dunia dan merasuki berbagai sendi kehidupan manusia. Pun begitu pengusaha penerbitan mulai melirik peluang pemasaran buku melalui proses marketing digitalisasi.
Dalam strategi penjualan buku sangat di pengaruhi oleh permintaan pasar. Hal ini bisa di lihat dari jenis-jenis buku yang di terbitkan. Berikut rangking permintaan buku yang paling banyak di minati oleh konsumen.
1. Faktor Mikro, yaitu perantara, pemasok, pesaing dan masyarakat.
2. Faktor Makro, yaitu demografi-ekonomi, politik-hukum, teknologi-fisik dan sosila-budaya.
Saat ini penerbit mayor dalam menjalankan bisnis penerbitan menggunakan kedua faktor tersebut baik faktor mikro maupun faktor makro. Hal ini karena penerbit ANDI Offset sudah termasuk Industri penerbitan buku sangat pengalaman. Selama 40 tahun, Penerbit ANDI OFFset dan telah menerbitkan buku lebih dari 10.000 judul buku yang telah di kelompokkan 32 kategori.
Ada dua strategi pemasaran buku yang telah di lakukan oleh penerbit Andi, yaitu :
1. Strategi Pemasaran Buku serangan udara, yaitu strategi pemasaran online dengan memamfaatkan media sosial.
2. Strategi Pemasaran Buku serangan darat, yaitu memamfaatkan 87 cabang yang tersebar dari Aceh hingga Papua.
Dengan mengetahui sedikit banyaknya proses pemasaran buku maka bertambah pengetahuan dan wawasan penulis apalagi bisa menerbitkan buku di penerbit ANDI OFFset merupakan impian semua penulis.
Senin, 2 Agustus 2021
Nuril Mukhlifida, S.Ag





Komentar
Posting Komentar