Malam kian larut, nyanyian suara jengrik mendayu gemuruh menambah kelam suasana malam. Mataku tak jua terpejam teringat resume yang belum tuntas kutulis. Tiga jam sudah berlalu pelatihan resume yang ke 9 yang bertemakan " Writer's Block".
Materi kali ini tak kalah menariknya dengan tema materi sebelumnya. Writer's Block atau kehilangan ide pada saat menulis hal yang kerap terjadi pada diri saya sebagai penulis pemula.
Materi malam ini di sampaikan oleh seorang guru muda berbakat yang sudah banyak menorehkan berbagai prestasi yang membanggakan di Subang. Beliau adalah Ibu Ditta Widya Utami, S. Pd, Gr ditemani oleh seorang blogger milinial ibu maesaroh sebagai moderator. Penghargaan yang pernah beliau raih di antaranya :
1. Penghargaan Bupati Subang (2020)
2. Guru berprestasi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang.
3. Karyanya mampu menembus penerbit mayor. Sungguh Keren!
4. Pengiat literasi di kota Sabang
Di awal materi Ibu ditta memberikan tantangan menulis berupa sebuah gambar wayang kulit dengan durasi waktu 15 menit minimal menulis 3 paragraf.
Banyak peserta yang menggebu-gebu menjawab tantangan tersebut. Sungguh kesan pertama begitu menggoda. dan memicu adrenalin.
Setelah semua peserta mengumpulkan karangannya. Lalu timbul pertanyaan dari ibu pemateri " bagaimana Bapak/Ibu apakah ada yang merasa tak punya ide saat menulis?/ sudah menulis tapi kehilangan kata- kata? Kalau iya berarti kita terserang Writer's Block.
Writer's Block pertama sekali di gagaskan oleh psikoanalisis Edmund Bergler. Lebih lanjut Writer's Block adalah keadaan dimana penulis kehilangan kemampuan menulis alias mengalami kebuntuan saat menulis. (Wikipedia). Atau dengan kata lain sulit fokus, inspirasi hilang, frustasi, menulis lebih lambat dari biasanya. Hal ini bisa menyerang siapa saja baik pemula ataupun profesional sekalipun.
Tergantung seseorang seberapa cepat dalam mengendalikan moodnya dalam menulis. WB bisa diatasi hanya dalam hitungan menit, berhari-hari, bahkan bertahun-tahun.
Agar seseorang bisa menghandle WB tentu saja penulis harus mengetahui penyebabnya terlebih dahulu.
Mencoba metode/topik baru dalam menulis adalah salah satu penyebab Writer's Block. Mengapa? karena topiknya belum familiar dengan penulis itu sendiri sehingga sukar untuk menemukan inspirasi dalam menulis. Selain itu perbedaan genre dalam penulisan pun bisa menyebabkan Writer's Block misalnya zona aman si penulis adalah menulis karya tulis ilmiah lalu di minta menulis puisi yang tentu saja memiliki metode penulisannya berbeda. Bagi yang belum terbiasa pasti kewalahan saat menulis. Cara mengatasi hal ini adalah perlu menguasai teknik dan banyak berlatih.
Kemudian penyebab Writer's Block lainnya adalah stress, lelah fisik/mental atau di kenal dengan istilah burn out tubuh mengalami kelelahan kerena terlalu dipaksa melakukan banyak hal. Beristirahat sejenak atau melakukan hal-hal yang menyenangkan, mencari udara segar dan merefresh hati dan jiwa adalah solusinya.
Terakhir penyebab Writer's Blck adalah terlalu perfeksionis. Seseorang yang terlalu perfect bisa membunuh kreativitas. Saat menulis, seorang perfeksionis akan berpikir seribu kali apakah kalimat yang ia tulis benar atau nyambung dengan paragraf sebelumnya. Terlalu banyak pertimbangan dalam menuangkan idenya dalam menulis. Atau bisa juga ke khawatiran penulis terkenal menerbitkan buku hingga best seller sehingga dia akan berpikir bagaimana menerbitkan buku agar lebih blooming lagi. Hal ini juga bisa terjebak dalam lingkup perfeksionis. Solusinya adalah mengingat awal merintisnya menjadi penulis.
Teruslah menulis dan banyak membaca adalah solusi terbaik dalam menimalisir Writer's Block.




Komentar
Posting Komentar