“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian” (Pramoedya Ananta Toer)
Tema pelatihan menulis malam ini adalah KONSEP BUKU NON FIKSI seperti terlihat flyer di atas. Pemateri kali ini tak kalah kerennya seperti pemateri-pemateri sebelumnya yaitu Ibu Musiin, M.Pd yang akrab di panggil Ibu Iin. Mr. Beliau ditemani oleh moderator kocak yaitu Mr. Bam.
Ibu Iin adalah alumni
kelas menulis Om Jay gelombang 8 yang juga mendapat kesempatan sekaligus
tantangan menulis yang di berikan Prof. Eko. Beliau adalah salah satu yang
telah berhasil menaklukan tantangan menulis Pof. Eko dan bukunya berhasil di
pajang di toko buku Gramedia secara online maupun offline. Buku karya beliau
berjudul Literasi Digital Nusantara, Meningkatkan daya saing generasi.
Sebagai inspirasi buat
saya ketika beliau menjelaskan bahwa beliau telah berhasil mengalahkan
ketakutan yang berasal dari dirinya sendiri karena menurut beliau ketakutan
akan menurunkan potensi seseorang dalam menulis.
Ada beberapa alasan
ketakutan yang beliau rasakan mungkin juga hal ini dirasakan oleh penulis pada
umumnya, seperti :
- Tidak ada yang membaca.
- Takut salah dalam menyampaikan pendapat
melalui tulisan.
- Merasa karya orang lain lebih bagus.
Pada saat mengikuti
kelas menulis asuhan Om Jay, Bu Iin mengibaratkan Prof. Eko sebagai seorang Master
Chef yang memberikan kita banyak pilihan bahan masakan yang bisa kita olah
menjadi berbagai jenis hidangan. Pilihannya ada pada diri masing-masing
peserta. Bahan masakan yang di sediakan Prof. Eko bisa kita peroleh di Prof.
EKOJI Channel.
Kita menulis bisa
berangkat dari hobi, kegemaran, kesukaan, certa, atau sesuatu yang di cintai.
Pengetahuan, pengalaman dan keterampilan yang dimilki adalah bentuk buku yang
ada dalam diri kita yang belum dikeluarkan ataupun belum lahir. Hal ini bisa di
analogikan dalam bentuk pertanyaan “IS THERE A BOOK INSIDE YOU?” Kata-kata ini
menjadi rujukan bagi penulis pemula bahwa setiap orang memiliki pengetahuan dan
pengalaman dalam dirinya.
Berapa ratus purnama,
berapa banyak kejadian yang di alami sepanjang hidup, baik itu cerita manis
ataupun pahit. Semua tergantung seseorang apakah kisahnya akan di abadikan
melalui tulisan ataupun hanya obrolan atau cerita kepada anak cucu saja, yang
tidak meninggalkan jejak keabadian.
Menulis bukanlah hal
yang mudah. Menurut penelitian diantara empat keterampialan bahasa, keterampilan
menulislah yang paling sulit. Menulis tidak semudah berbicara atau bergosip. Akan
tetapi dengan mengikuti berbagai pelatihan menulis akan melahirkan kecintaan
akan menulis.
Ada beberapa alasan
kenapa ingin menjadi penulis. Diantaranya adalah :
- Mewariskan ilmu lewat buku.
- Keinginan kuat punya karya sendiri yang
bisa terpajang di took buku baik online maupun offline.
- Sebagai bentuk pengembangan profesi
sebagai guru.
- Kutipan orang-orang terkenal juga
menjadi motivasi tersendiri bagi penulis.
Berbicara tentang
penulisan buku non fiksi. Ada 3 pola yang harus diperhatikan, yaitu :
- Pola Hierarkis (Buku di susun
berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumuit). Contoh
: Buku Pelajaran.
- . Pola Prosedural (Buku di susun
berdasarkan urutan proses. Contoh : Buku panduan.
- Pola Klaster (Buku disusun secara poin per point atau butir per butir. (Pola ini diterapkan pada buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab yang dalam hal ini antar bab setara).Contoh : Buku Literasi Digital Nusantara.
- Pratulis
- . Menulis Draf
- . Merevisi Draf
- . Menyunting Naskah
- 5. Menerbitkan
Pratulis
Tema bisa ditentukan satu saja dalam sebuah buku.
Tema dari buku nonfiksi adalah parenting, pendidikan, motivasi dll.
Untuk melanjutkan dari tema menjadi sebuah ide yang
menarik, penulis bisa mendapatkan dari berbagai hal, contohnya
- Pengalaman pribadi
- . Pengalaman orang lain
- . Berita di media massa
- . Status Facebook/Twitter/Whatsapp/Instagram
- . Imajinasi
- . Mengamati lingkungan
- . Perenungan
- . Membaca buku
Referensi berasal dari
data dan fakta yang saya peroleh dari literasi di internet. Referensi terdiri
dari :
Berikut ini adalah
anatomi sebuah buku non-fiksi.
1. Halaman
Judul
Mengapa
anatomi buku ini harus ada?
Jika
kita mengikuti ujian sertifikasi penulis, kita akan ditanya seputar anatomi
buku. Seandainya kita memakai jalur portofolio, buku yang kita tulis pasti akan
dilihat anatomi bukunya.
1. Menuangkan konsep tulisan ke tulisan
dengan prinsip bebas
Merevisi Draf
1. Merevisi sistematika/struktur tulisan dan
penyajian
1. Ejaan
KBBI online sangat membantu penulis dalam menyunting
naskah.
Bagaimana
dengan hambatan-hambatan dalam menulis? Hambatan-hambatan dalam menulis
1. Hambatan
waktu
1. Banyak
membaca
Jadi kita bisa mengambil sesuatu yang merupakan pengalaman terbaik kita ataupun orang-orang di sekitar kita menjadi tulisan yang menginspirasi.

Komentar
Posting Komentar