“Ingat!
Buku yang bervisi tak akan pernah mati”. Aam Nurhasanah
Tema malam ini sangat
inspiratif bersama narasumber Ibu Aam Nurhasanah. Beliau seorang multi talenta dari
seorang penulis menjadi kurator, moderator handal sampai menjadi editor. Beliau
sudah menulis 20 buku diantaranya : Mengukir mimpi jadi penulis, Kunci Sukses
menjadi moderator online, Blogger Inspiratif dan banyak buku lainnya baik buku
solo maupun buku antologi. Disamping itu beliau juga pernah sebagi Blogger 10
Favorit AISEI , Juara 1 Lomba Blog PGRI 2021 dan aktif di komunitas pegiat literasi.
Menurut beliau, menulis
itu menjadikan sebuah prestasi yang membanggakan. Dengan menulis bisa
mengembangkan pengetahuan. Menulis itu juga mengikat makna, menghimpun dan
menebar gagasan, bagaikan malaikat yang menyampaikan wahyu, bagaikan designer
merancang dan membuat baju dan seperti dirigen yang mengatur irama lagu,
sungguh unik dan klasik. Menulis itu bukan hal yang mudah. Banyak sekali proses
yang harus diarungi. Apakah Anda pernah mendengar kalimat ‘From zero to hero’
Anda pasti tahu maksud dari kalimat tersebut. Apapun yang di mulai dari kosong
harus berakhir dengan keberhasilan.
Lalu bagaimana cara
kita menemukan berbagai ide dan cara menyampaikan pesan kepada pembaca? Setiap
penulis tak mungkin bisa jika mengalami miskin ide. Ada beberapa kiat yang
harus di pahami oleh seorang penulis diantaranya :
- Ide bisa didapat dari orang-orang di
sekitar penulis.
- Penulis membanyangkan pengalaman atau
perjuangan mereka sangat luar biasa.
- Pesan yang ingin disampaikan yaitu kaum
perempuan harus mau menerima paket kehidupan yang Allah berikan dengan suka dan
dukanya. Ini merupakan pesan tersirat dalam sebuah buku.
Lalu bagaimana
prosesnya? Bisa dengan mengumpulkan ingatan, menentukan tokoh dan karakternya
di setiap subjudul, membuat outline atau daftar isi yang mau dijadikan sub
judul. Bisa juga menulis apa yang ada di dalam pikiran, diawali dengan
penggalan ayat dalam alquran, hadis, atau kalimat bijak dan motivasi.
Setiap penulis
mempunyai tujuan yang berbeda-beda dalam menulis seperti obat anti galau,
menghalau pikiran lupa, menjadi inspirasi bagi kaum hawa, amal jariyah lewat
tulisan, saling berbagi dan menginspirasi,memberikan solusi terhadap suatu
masalah, dll.
Nah! Berbicara masalah outline. Ada
hal-hal yang harus di lakukan sebelum merancang outline seperti mengumpulkan
materi-materi yang relavan baik itu berupa data statistic, teori, gambar-gambar
yang sesuai, coretan-coretan penting ataupun refleksi yang sesuai dengan judul
yang akan di tulis.(Wikihaw.com). Selanjutnya persiapan membuat outline :
tentukan topiknya terlebih dahulu sebagai batasan tulisan meski apapun jenis
tulisannya.
Motivasikan
diri sendiri agar terus menulis meskipun terasa sulit, terus tebarkan
inspirative dan ide-ide kreatifmu dengan menulis kita tuaikan prestasi.

Good job ibu
BalasHapus